BI Ekspansi QRIS ke Korea Selatan Dorong Efisiensi Transaksi LCT

Ilustrasi Pembayaran QRIS

garudaglobal.net — Bank Indonesia (BI) memperkuat arsitektur pembayaran regional dengan meresmikan konektivitas QRIS antarnegara di Korea Selatan pada 1 April 2026. Ekspansi ini menargetkan efisiensi biaya transaksi melalui skema Local Currency Transaction (LCT).

Integrasi teknis ini merupakan tindak lanjut dari Joint Vision Statement antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung. Langkah ini secara strategis memitigasi risiko volatilitas valuta asing dalam transaksi ritel lintas batas.

Sebanyak 17 Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) Indonesia, termasuk Bank Mandiri, BCA, dan DANA, telah mengaktifkan fitur ini secara penuh. Wisatawan kini dapat melakukan pemindaian pada merchant Korea yang terafiliasi dengan jaringan SeoulPay dan ZeroPay.

“Terhubungnya pembayaran QR antarnegara tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga memperkuat UMKM, meningkatkan pariwisata, serta membuka peluang baru bagi dunia usaha,” tegas Gubernur BI, Perry Warjiyo, Rabu (1/4/2026).

Optimalisasi Settlement Mata Uang Lokal

Mekanisme Merchant Presented Mode (MPM) yang diterapkan memungkinkan konversi nilai tukar langsung dari Rupiah ke Won tanpa perantara dolar AS. Hal ini secara signifikan mereduksi biaya konversi ganda yang biasanya dibebankan pada instrumen pembayaran konvensional.

Baca Juga :  Prabowo Tetapkan Arah Baru Pengupahan 2026

Deputi Gubernur Bank of Korea, Chang Cheong-soo, menyatakan bahwa peresmian ini menjadi tonggak penting dalam integrasi sistem pembayaran kedua negara. Kolaborasi ini diproyeksikan akan meningkatkan volume transaksi di sektor retail dan UMKM secara masif.

Limit transaksi ditetapkan maksimal sebesar Rp10.000.000 per transaksi, mengikuti regulasi standar QRIS nasional. Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi 365.596 wisatawan Indonesia yang tercatat mengunjungi Korea Selatan sepanjang tahun 2025.

Konektivitas Global dalam Jaringan ASEAN Plus Three

“Peresmian QR antarnegara Indonesia-Korea Selatan menjadi tonggak penting yang mencerminkan semakin eratnya kerja sama kedua negara,” ujar Chang Cheong-soo dalam seremoni peluncuran resmi.

Implementasi ini menempatkan Korea Selatan sebagai negara kelima dalam ekosistem QRIS internasional setelah Thailand, Malaysia, Singapura, dan Jepang. Konektivitas bilateral ini juga memungkinkan turis Korea Selatan bertransaksi di Indonesia menggunakan aplikasi domestik mereka.

Langkah progresif ini mempertegas posisi Indonesia dalam memimpin digitalisasi finansial di kawasan Asia Pasifik. Keberhasilan integrasi ini diharapkan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi kedua negara. ***

Baca Juga :  Gugurnya Kepala Intelijen IRGC Guncang Stabilitas Ekonomi Timur Tengah
By Eva