GarudaGlobal.net — Di tengah meningkatnya perdebatan arah diplomasi keagamaan Indonesia, sosok Holland Taylor kembali menjadi pusat perhatian. Pencabutannya oleh Rais Aam PBNU pada 23 November 2025 dianggap sebagai langkah untuk mencegah potensi infiltrasi ideologi asing yang terkait jaringan global, termasuk Zionisme.
Taylor memiliki rekam jejak internasional intens. Selain mendirikan LibForAll bersama Gus Dur, ia memimpin CSCV yang memainkan peran penting dalam agenda R20—forum yang mempertemukan tokoh agama dunia.
Arsip Wikileaks terkait kunjungan ulama Indonesia ke Israel tahun 2008 memperkuat persepsi bahwa Taylor beroperasi dalam jaringan diplomasi yang sensitif secara geopolitik. Kendati beberapa akademisi menilai itu sebagai upaya pluralisme, konteks Timur Tengah membuat publik Indonesia membacanya lebih hati-hati.
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf kemudian menegaskan bahwa dirinya tidak berafiliasi dengan Israel maupun Zionis. (*)
