Aktivis

Skandal Air Keras: Oknum Intelijen BAIS Hadapi Pengadilan Militer

Skandal Air Keras: Oknum Intelijen BAIS Hadapi Pengadilan Militer

garudaglobal.net — Komunitas hukum internasional menyoroti pelimpahan berkas perkara empat personel Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta terkait serangan sistematis terhadap aktivis HAM Andrie Yunus. Terdakwa yang terdiri dari tiga perwira dan satu bintara, termasuk Kapten NDP, akan menjalani sidang perdana pada 29 April 2026. Mereka didakwa atas penyiraman air keras yang mengakibatkan luka bakar serius pada tubuh korban saat melintas di kawasan Senen, Jakarta Pusat. Risiko Reputasi dan Integritas Institusi Intelijen Keterlibatan anggota unit intelijen dalam kekerasan fisik terhadap warga sipil menciptakan risiko reputasi besar bagi profesionalisme militer Indonesia. Modus operandi yang terencana, mulai dari…
Read More
Puspom TNI Tetapkan 4 Prajurit Tersangka Penganiayaan Aktivis Andrie Yunus

Puspom TNI Tetapkan 4 Prajurit Tersangka Penganiayaan Aktivis Andrie Yunus

garudaglobal.net — Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI mengambil langkah hukum tegas dengan menetapkan 4 prajurit TNI sebagai tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Penetapan status hukum ini menjadi sinyal kuat penegakan aturan di internal institusi militer pasca insiden di Salemba, 12 Maret lalu. Keempat tersangka yang berinisial NDP, SL, BWH, dan ES kini resmi ditahan di Pomdam Jaya dengan status super security maximum. Langkah penahanan ini diambil guna mendalami keterlibatan serta peran masing-masing personel dalam serangan yang mengakibatkan korban menderita luka bakar hingga 24 persen. Jeratan Pasal 467 KUHP dan Penahanan di Pomdam Jaya Otoritas…
Read More
Investigasi Teror Air Keras: Presiden Desak Polri Ungkap Aktor Intelektual

Investigasi Teror Air Keras: Presiden Desak Polri Ungkap Aktor Intelektual

GarudaGlobal.net — Stabilitas keamanan nasional dan iklim demokrasi menjadi sorotan tajam menyusul serangan air keras terhadap Wakil Koordinator Eksternal KontraS, Andrie Yunus. Menanggapi eskalasi ini, Presiden Prabowo Subianto memberikan perintah langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan. Perintah yang diterbitkan pada Minggu, 15 Maret 2026 tersebut menekankan pentingnya profesionalisme kepolisian dalam menangani kasus yang melibatkan pembela HAM. Langkah ini dinilai strategis guna menjaga kepercayaan publik serta memastikan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap warga negara mendapatkan konsekuensi hukum yang tegas. Scientific Crime Investigation Jadi Tumpuan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan telah mengerahkan tim khusus…
Read More
Skandal Teror Aktivis: Penyerangan Andrie Yunus Ganggu Stabilitas Sipil

Skandal Teror Aktivis: Penyerangan Andrie Yunus Ganggu Stabilitas Sipil

garudaglobal.net — Kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Eksternal KontraS, Andrie Yunus, pada Rabu malam (12/3/2026) di Jakarta Pusat, menjadi catatan kelam bagi perlindungan aktivis di Indonesia. Serangan yang mengakibatkan luka bakar 24 persen pada tubuh korban ini dianalisis sebagai tindakan terencana yang menargetkan figur kunci dalam advokasi reformasi sektor keamanan. Peristiwa ini terjadi di Jalan Salemba I saat korban dalam perjalanan pulang usai melakukan aktivitas profesional di YLBHI. Secara institusional, serangan terhadap aktivis berisiko mendistorsi citra supremasi hukum dan stabilitas keamanan nasional di mata publik maupun komunitas internasional. Investigasi Berbasis Sains dan Pengawasan Ketat Kepolisian Republik Indonesia…
Read More
Aktivis Komarullah Ditangkap Kembali Picu Ketidakpastian Hukum Digital

Aktivis Komarullah Ditangkap Kembali Picu Ketidakpastian Hukum Digital

GarudaGlobal.net — Polrestabes Surabaya melakukan penangkapan kembali terhadap aktivis media sosial Muhammad Ainun Komarullah tepat di depan Rutan Kebon Waru, Bandung, pada Senin (9/3/2026). Langkah ini dilakukan hanya beberapa menit setelah Komarullah menyelesaikan masa pidana enam bulan penjara pukul 11.18 WIB. Tindakan tersebut memicu diskusi intensif di kalangan praktisi hukum mengenai risiko double jeopardy dan inefisiensi birokrasi peradilan. Komarullah yang merupakan admin akun @blackbloczone kini menghadapi pelimpahan tahap II ke Kejari Tanjung Perak terkait kasus serupa yang terjadi di Surabaya pada Agustus 2025. Disparitas Yurisprudensi dan Risiko Investasi Hukum Inkonsistensi putusan pengadilan menjadi sorotan tajam bagi kredibilitas sistem hukum Indonesia…
Read More
Intimidasi Aktivis Bencana Sumatera, Aparat Didesak Pastikan Akuntabilitas

Intimidasi Aktivis Bencana Sumatera, Aparat Didesak Pastikan Akuntabilitas

GarudaGlobal.net —Rangkaian intimidasi terhadap aktivis lingkungan dan kreator konten yang mengkritik penanganan bencana di Sumatera memicu perhatian lembaga pengawas kepolisian. Komisi Kepolisian Nasional mendesak aparat penegak hukum memastikan akuntabilitas melalui pengungkapan pelaku dan dalang teror. Laporan yang masuk sejak akhir Desember 2025 mencatat berbagai bentuk teror, termasuk pengiriman bangkai ayam disertai pesan ancaman, pelemparan telur busuk, perusakan kendaraan, hingga serangan bom molotov. Para korban dikenal aktif mengulas respons pemerintah terhadap bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kreator konten Sherly Annavita melaporkan teror berupa pelemparan telur busuk dan perusakan kendaraan setelah menyampaikan kritik soal lambannya penanganan…
Read More