Arkeologi

Arkeologi Pangan Nusantara: Uwi Sebelum Padi

Arkeologi Pangan Nusantara: Uwi Sebelum Padi

GarudaGlobal.net — Sejarah awal pertanian di Nusantara menunjukkan dominasi pangan umbi, khususnya uwi, sebelum padi sawah berkembang sebagai sistem produksi utama. Kajian prasejarah Asia Tenggara menempatkan uwi dalam fase neolitik. Peter Bellwood mencatat bahwa pada 4.500–2.500 tahun lalu, komunitas kepulauan Indonesia menanam uwi bersama sagu dan pisang. Pertanian padi sawah muncul sebagai fase lanjutan. Bukti Material dan Kronologi Analisis pati di Situs Kendenglembu dan Rejosari mengungkap pemanfaatan uwi bersama umbi lain. Studi Priyatno Hadi Sulistyarto dan Muasomah (2017) menunjukkan pola subsistensi berbasis umbi pada komunitas Austronesia menetap. Data kronologi memperlihatkan kontinuitas konsumsi umbi sebelum sawah irigasi menjadi infrastruktur produksi pangan.…
Read More
Gunung Padang: Data Baru Menguatkan Hipotesis Rekayasa Purba

Gunung Padang: Data Baru Menguatkan Hipotesis Rekayasa Purba

GarudaGlobal.net — Serangkaian data baru dari Gunung Padang memperkuat hipotesis bahwa situs tersebut merupakan struktur kompleks hasil rekayasa manusia prasejarah. Petroglif berpola, arsitektur batu terencana, dan struktur bawah tanah berusia ribuan tahun menjadi fokus kajian terkini. Goresan petroglif ditemukan di hampir semua teras, berpola konsisten. Ketua tim kajian, Ali Akbar, menyatakan analisis menunjukkan intervensi manusia, bukan proses alami. Pernyataan itu disampaikan pada 21 Desember 2025. Arsitektur dan Kontradiksi Geologi Orientasi batu di Gunung Padang disusun horizontal, berlawanan dengan pola geologis columnar joint yang vertikal. Temuan batu andesit lempang dengan gambar susunan teras di sekitar situs mengindikasikan perencanaan arsitektural. Riset geolistrik…
Read More
Gunung Padang dan Diplomasi Peradaban Indonesia di Mata Dunia

Gunung Padang dan Diplomasi Peradaban Indonesia di Mata Dunia

GarudaGlobal.net — Klaim Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 11 Februari 2025 bahwa Gunung Padang termasuk “peradaban tertua di dunia” menempatkan Indonesia dalam percakapan global mengenai asal-usul peradaban manusia. Kementerian merespons dengan memperkuat riset. Pada 20 Oktober 2025, Ali Akbar melaporkan temuan karbon yang sedang diuji laboratorium, sementara penataan teras dan stabilisasi lereng berjalan sejak Februari 2025. Indonesia menghadapi tantangan yang kerap dialami negara lain saat mengajukan situs purba berusia ekstrem: pengawasan metodologi. Penarikan makalah dalam Archaeological Prospection (2024) dan data Lutfi Yondri menunjukkan pentingnya validitas sains. Namun Fadli menekankan bahwa riset ini akan melibatkan lebih banyak ahli, termasuk internasional. “Situs…
Read More
Riset Internasional Tempatkan Nusantara sebagai Pelopor Teknologi Maritim Dunia

Riset Internasional Tempatkan Nusantara sebagai Pelopor Teknologi Maritim Dunia

GarudaGlobal.net — Temuan terbaru yang dirilis Ateneo de Manila pada 2025 menempatkan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, sebagai pusat awal pengembangan teknologi pelayaran global. Bukti pelayaran 40 ribu tahun lalu di kawasan ISEA menonjolkan kontribusi peradaban Nusantara dalam sejarah maritim dunia. Artefak yang ditemukan—serat nabati, peralatan penangkapan tuna dan hiu, serta perkakas batu—mengindikasikan sistem teknologi kompleks. Peneliti Riczar Fuentes dan Alfred Pawlik menyebut (2025), “Fauna pelagis besar menunjukkan navigasi yang tidak bergantung garis pantai.” Dalam peta geopolitik pengetahuan, temuan ini membawa Indonesia pada posisi strategis sebagai referensi riset maritim dunia, mengingat perbandingannya jauh lebih tua dibanding kano Pesse Belanda atau ukiran…
Read More