22
Apr
garudaglobal.net — Ketegangan fiskal menyelimuti iklim investasi di Kalimantan Timur menyusul aksi protes besar-besaran yang melibatkan lebih dari 4.000 elemen sipil pada Selasa, 21 April 2026. Demonstrasi ini memicu perhatian serius terhadap manajemen pengeluaran daerah, khususnya terkait alokasi belanja modal untuk kendaraan operasional senilai Rp8,5 miliar dan renovasi aset residensial Rp25 miliar. Massa menuntut restrukturisasi kebijakan anggaran agar lebih fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan dan eliminasi risiko korupsi yang dapat menghambat pertumbuhan makro daerah. Ketidakhadiran Gubernur Rudy Mas’ud secara fisik untuk menemui para pemangku kepentingan di lapangan menciptakan kebuntuan negosiasi yang berujung pada intervensi taktis pihak keamanan. Analisis Risiko Komunikasi…
