01
Apr
garudaglobal.net — Eskalasi kejahatan siber berbasis deepfake AI di Indonesia telah memicu kerugian finansial kumulatif sebesar 138,5 juta dolar AS hingga Oktober 2025, mengancam stabilitas ekosistem ekonomi digital nasional. Lonjakan insiden yang mencapai 1.550 persen menurut data VIDA merefleksikan pergeseran modus operandi dari disinformasi politik menuju eksploitasi finansial berskala masif. Teknologi Generative AI yang semakin murah memungkinkan pelaku melakukan penetrasi ke sistem verifikasi perbankan melalui manipulasi biometrik. Risiko Sistemik dan Erosi Kepercayaan Korporasi Sektor finansial kini menghadapi ancaman synthetic identity fraud yang meningkat delapan kali lipat, di mana satu dari sepuluh kasus penipuan kini melibatkan identitas buatan AI. Modus Executive…
