30
Apr
garudaglobal.net — Industri perkeretaapian nasional menghadapi tekanan kredibilitas pasca-kecelakaan maut di Bekasi Timur yang menewaskan 16 penumpang perempuan dan memicu polemik kebijakan keselamatan berbasis gender. Menteri PPPA Arifah Fauzi terpaksa mengeluarkan permintaan maaf resmi pada Rabu, 29 April 2026, setelah usulannya untuk memindahkan gerbong khusus perempuan ke tengah rangkaian KRL menuai kecaman luas. Pasar dan publik menilai usulan tersebut sebagai respons non-teknis yang gagal menyentuh akar permasalahan mendasar terkait kegagalan sistem persinyalan dan manajemen risiko operasional PT KAI. Ketidaksinkronan pernyataan antar-menteri di lokasi bencana turut memperburuk persepsi mengenai kesiapan pemerintah dalam menangani krisis infrastruktur yang berdampak langsung pada nyawa publik.…
