18
Apr
garudaglobal.net — Indonesia secara agresif memperkuat posisi tawar ekonominya dengan memperluas kebijakan dedolarisasi bertahap guna meningkatkan efisiensi biaya transaksi perdagangan internasional dan stabilitas nilai tukar domestik. Melalui instrumen Local Currency Transaction (LCT), volume transaksi non-dolar pada periode Januari-Februari 2026 melonjak tajam 163 persen mencapai $8,45 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Diversifikasi mata uang ini menjadi langkah krusial bagi korporasi dan BUMN untuk memitigasi risiko volatilitas dolar AS, dengan realisasi partisipasi BUMN yang kini menyentuh angka 19 persen. Hingga April 2026, kerangka LCT telah terintegrasi dengan enam mitra dagang utama termasuk China, Jepang, dan Korea Selatan, yang memperkuat ekosistem…
