07
Apr
garudaglobal.net — Efisiensi operasional aplikasi JAKI menghadapi tantangan integritas serius setelah ditemukannya manipulasi bukti tindak lanjut menggunakan teknologi generatif AI oleh petugas lapangan di Jakarta Timur. Skandal ini menjadi kasus pertama rekayasa digital dalam sistem pengaduan publik Jakarta pada kuartal pertama 2026. Manipulasi ini terdeteksi pada laporan penertiban parkir liar di Kelurahan Kalisari, di mana bukti visual yang diunggah tidak sesuai dengan fakta lapangan. Insiden ini memicu kekhawatiran mengenai validitas data kinerja birokrasi di tengah upaya Jakarta bertransformasi menjadi pusat ekonomi global yang transparan. Kegagalan Validasi dalam Ekosistem Digital Jakarta Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Yustinus Prastowo, mengonfirmasi…
