Skandal Scam Investasi Kripto Solo Raya Rugikan Korban Rp 41,1 Miliar

Febiola Elizabeth

garudaglobal.net — Jaringan kejahatan finansial transnasional pengelola scam investasi kripto bodong senilai USD 2.327.625,85 resmi digulung Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah di Solo Raya. Kerugian masif setara Rp 41,1 miliar tersebut berhasil dihimpun sindikat selama periode operasi Juli 2025 hingga Mei 2026.

Entitas ilegal berkedok PT Digi Global Konsultan tersebut mengoperasikan manajemen risiko deteksi yang sangat rapi. Mereka mengaburkan jejak operasional secara berkala melalui perpindahan basis kerja di tujuh titik properti sewaan yang berbeda.

Data statistik menunjukkan komplotan ini membidik basis data sasaran yang sangat luas mencapai 5.000 orang potensial. Kendati demikian, tingkat efisiensi atau konversi operasi penipuan ini tergolong rendah, yakni hanya berada di kisaran 2,6 persen atau setara 133 korban WNA.

Rendahnya angka konversi diantisipasi manajemen sindikat melalui rekrutmen profesional berbakat dari industri hiburan, termasuk mantan artis berinisial F. Kompetensi komunikasi interpersonal tingkat tinggi dimanfaatkan sebagai instrumen penutup guna meyakinkan pemodal yang ragu melalui interaksi visual langsung.

Baca Juga :  Kerugian Ekonomi Akibat Deepfake AI Tembus USD 138,5 Juta

“Marketing itu untuk menjerat korban. Mereka akan menyortir calon korban yang butuh diyakinkan, maka F yang akan maju melayani video call,” papar Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol Himawan Sutanto Saragih, Senin, 1 Juni 2026.

Penyidikan profesional ini kini melibatkan Federal Bureau of Investigation karena mayoritas korban terverifikasi berstatus warga negara Amerika Serikat. Langkah ini membuka peluang penegakan hukum lintas yurisdiksi demi melacak aliran dana keluar negeri.

Para tersangka kini menghadapi tuntutan akumulatif berdasarkan regulasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang ITE serta Pasal 492 KUHP. Pengetatan regulasi teknologi finansial mendesak dilakukan guna mengantisipasi eksploitasi wilayah domestik sebagai basis scam siber. ***

By Chandra