Saham AST SpaceMobile Anjlok 14 Persen Imbas Ledakan Roket New Glenn

Pesawat Luar Angkasa Blue Origin

garudaglobal.net — Kegagalan fatal uji static fire roket orbital berat New Glenn milik Blue Origin memicu sentimen negatif dan guncangan hebat di pasar saham sektor kedirgantaraan global. Menyusul insiden hancurnya roket di Launch Complex 36 Florida pada Kamis, 28 Mei 2026 tersebut, nilai saham AST SpaceMobile langsung anjlok tajam sebesar 14,79 persen menuju level USD 113,41 per lembar.

Koreksi pasar ini merefleksikan tingginya risiko ketidakpastian lini masa peluncuran konstelasi satelit komersial sepanjang tahun 2026. Kerusakan parah pada infrastruktur utama landasan pacu diproyeksikan bakal menahan laju pertumbuhan bisnis ekonomi antariksa secara signifikan.

Bencana finansial dan operasional ini memaksa pembekuan total terhadap manifest jangka panjang 24 peluncuran yang telah dikontrak oleh raksasa teknologi Amazon Leo. Sebanyak 48 unit satelit perdana yang sedianya mengorbit pada misi NG-4 terpaksa tertahan di fasilitas pemrosesan muatan tanpa kepastian jadwal baru.

Estimasi awal tim insinyur memprediksi pemulihan fasilitas transporter-erector dan gantry menara seluler membutuhkan waktu minimal enam bulan. Gangguan rantai pasok logistik antariksa ini secara otomatis memperkuat posisi monopoli pasar komersial yang dipegang oleh pesaing utamanya, SpaceX.

Baca Juga :  Showcase Industri Pertahanan: Maung Pindad Tembus Pasar Diplomatik ASEAN

“NASA is aware of the anomaly that occurred tonight at Launch Complex 36 involving Blue Origin’s New Glenn rocket,” ujar Administrator NASA Jared Isaacman melalui rilis resmi di media sosial, Kamis, 28 Mei 2026.

Pihak otoritas bursa kini memperketat pengawasan terhadap emiten teknologi satelit yang memiliki ketergantungan tinggi pada satu vendor peluncuran tunggal. Blue Origin yang menangguhkan program roket suborbital New Shepard sejak tahun lalu kini praktis tidak memiliki armada aktif yang siap beroperasi.

Langkah mitigasi risiko dan rekonstruksi launchpad menjadi agenda krusial demi memulihkan kepercayaan para pemegang saham eksternal. Keputusan investasi pada emiten teknologi luar angkasa global kini menuntut kalkulasi ulang yang jauh lebih ketat pasca insiden. ***

By Eva