Sejarah

Analisis Investasi Rp9 Miliar dalam Proyek Restorasi Narasi Sejarah Nasional

garudaglobal.net — Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan mengalokasikan anggaran sekitar Rp9 miliar untuk membiayai proyek penulisan ulang "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global". Proyek ambisius yang terdiri dari 10 jilid utama ini melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi guna menghasilkan naskah komprehensif setebal 7.958 halaman yang siap diakses publik akhir April 2026. Secara profesional, investasi ini dipandang sebagai upaya restorasi aset intelektual nasional mengingat Indonesia belum melakukan pemutakhiran data sejarah dalam skala besar sejak pembaharuan terakhir pada 2008. Namun, efektivitas anggaran ini menjadi sorotan tajam pelaku kebijakan publik setelah munculnya pengakuan menteri yang belum meninjau naskah final saat peluncuran…
Read More
BINLAT Kediri Siapkan Modal Sosial Generasi 2045

BINLAT Kediri Siapkan Modal Sosial Generasi 2045

GarudaGlobal.net — Upaya membangun modal sosial generasi muda menuju Indonesia Emas 2045 dilakukan melalui Bimbingan dan Pelatihan (BINLAT) Karakter Jati Diri Bangsa yang digelar di Kediri, Selasa (30/12/2025). Pelatihan intensif satu hari ini menyasar pelajar dan mahasiswa dengan fokus pada penguatan karakter, penggalian potensi diri, serta kesadaran kebangsaan sebagai fondasi menghadapi tantangan jangka panjang. “Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan kesadaran diri dan nilai kebangsaan yang berkelanjutan,” ujar Kushartono, Ketua Bidang Pendidikan PCTA, Selasa (30/12/2025). BINLAT berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 20.00 WIB, bertepatan dengan 10 Rajab 1447 Hijriah. Pemilihan lokasi di kawasan Situs Persada Sukarno dinilai memberi nilai…
Read More
Kemenbud Terima Kajian Jombang soal Kelahiran Soekarno

Kemenbud Terima Kajian Jombang soal Kelahiran Soekarno

GarudaGlobal.net — Pemerintah membuka ruang kajian akademis atas sejarah kelahiran Presiden pertama Republik Indonesia setelah menerima paparan Tim Jombang dalam audiensi di Surabaya, Senin (22/12/2025). Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Jombang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, pengelola Situs Persada Soekarno Kediri, serta tokoh masyarakat menyerahkan dokumen kepada Fadli Zon. Kajian tersebut menyebut Soekarnolahir di Ploso, Jombang, pada 6 Juni 1902. Anggota TACB Jombang Arif Yulianto mengatakan, dokumen yang diserahkan mencakup kajian TACB Jombang 2024, arsip pemberitaan lama, serta literatur sejarah.
“Kami berharap seluruh data ini diuji secara objektif melalui mekanisme akademis,” ujarnya. Agenda Uji Data Selain kajian internal, tim juga…
Read More
Indonesia Dorong Pengakuan Nasional Situs Ndalem Pojok

Indonesia Dorong Pengakuan Nasional Situs Ndalem Pojok

GarudaGlobal.net — Indonesia kembali menguatkan upaya penetapan Situs Persada Soekarno Ndalem Pojok Kediri sebagai cagar budaya nasional, menyusul bukti historis perannya dalam fase awal pembentukan kepemimpinan Bung Karno. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas spektrum cagar budaya nasional yang selama ini didominasi situs kolonial. Mandat Yayasan Bung Karno Ketua Harian Yayasan Persada Soekarno, Kushartono, mengatakan pengajuan status nasional merupakan mandat langsung dari Yayasan Bung Karno.
“Harapan ini merupakan amanah dari Ketua Umum Yayasan Bung Karno, Bapak Guruh Soekarnoputra, saat peresmian situs,” ujarnya, Jumat (18/12/2025). Menurutnya, mandat tersebut telah diperkuat dengan surat resmi sebagai dokumen pengusulan. Nilai Strategis dan Edukasi Ndalem Pojok…
Read More
Indonesia Rilis Buku Sejarah Nasional Baru, Akademisi Cermati Implikasi Kebijakan

Indonesia Rilis Buku Sejarah Nasional Baru, Akademisi Cermati Implikasi Kebijakan

GarudaGlobal.net — Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku penulisan ulang sejarah nasional dalam 10 jilid pada Minggu (14/12/2025) di Jakarta, bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional. Proyek yang digagas Menteri Kebudayaan Fadli Zon ini diklaim mengandalkan riset mutakhir dan perspektif Indonesia-sentris. Lebih dari 120 penulis dan editor dari perguruan tinggi serta lembaga riset terlibat dalam penyusunan buku yang mencakup sejarah Indonesia dari prasejarah hingga era kontemporer. Pemerintah menegaskan buku ini tidak diposisikan sebagai buku teks tunggal, melainkan referensi akademik bagi pendidikan, penelitian, dan kebijakan kebudayaan. “Sejarah tidak boleh dogmatis. Negara tidak mengatur narasi, yang bekerja adalah para sejarawan dan akademisi,” ujar…
Read More