11
Mar
garudaglobal.net — Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta mengambil langkah agresif dalam industri kesehatan dengan membangun laboratorium stem cell yang dijadwalkan beroperasi pada Juli 2026. Investasi strategis pada teknologi pengobatan regeneratif ini dirancang untuk memposisikan institusi sebagai pemain kunci dalam ekosistem medis masa depan sekaligus memangkas biaya terapi yang selama ini terlampau tinggi. Wakil Rektor IV Unisa Yogyakarta, Ali Imron, menegaskan pentingnya penguasaan teknologi ini agar Indonesia tidak tertinggal dalam kompetisi medis global. “Future medicine salah satunya adalah regenerative medicine. Artinya, kalau kita tidak menuju ke sana, kita akan ketinggalan,” ujar Ali Imron saat Media Gathering di Sleman, Senin, 9 Maret 2026.…
