Indonesia Hadapi Iklim 2026 Stabil, BMKG Soroti Risiko Awal Tahun

La Nina

GarudaGlobal.net — Indonesia memasuki 2026 dengan prospek iklim yang relatif stabil. BMKG memproyeksikan sebagian besar wilayah berada pada kategori normal, sembari menekankan kewaspadaan pada fase awal tahun akibat La Niña lemah.

Paparan BMKG menyebut Climate Outlook 2026 disusun dari analisis atmosfer–laut global dan pemodelan berbasis AI. Dokumen ini ditujukan sebagai referensi strategis lintas sektor, mulai dari pertanian hingga energi.

Outlook Regional

La Niña lemah diperkirakan bertahan hingga Februari 2026, sebelum bertransisi ke Netral pada Maret–Mei. Kondisi IOD Netral sepanjang tahun memberikan sinyal stabilitas tambahan dari Samudra Hindia.

Hujan, Suhu, dan Anomali

Sekitar 94,7 persen wilayah Indonesia diprediksi menerima curah hujan tahunan normal. Wilayah Sumatra, Kalimantan, Sulawesi tengah–selatan, Maluku, dan Papua berpotensi hujan tinggi. Namun, wilayah selatan Indonesia seperti Bali dan Nusa Tenggara perlu mengantisipasi periode kering lebih panjang.

Suhu rata-rata tahunan diperkirakan 25–29 derajat Celsius, dengan kecenderungan lebih hangat dibanding normal klimatologis 1991–2020.

Risiko dan Mitigasi

BMKG menyoroti risiko banjir dan longsor pada awal tahun serta karhutla saat kemarau. Sektor kesehatan juga diminta waspada terhadap potensi peningkatan DBD.

Baca Juga :  Gempa Pacitan Ganggu Operasi Kereta, Prosedur Keselamatan Jadi Prioritas

BMKG mendorong pemanfaatan prediksi hujan bulanan, buletin iklim, serta prediksi musim untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dan mitigasi berkelanjutan.***

By Hari