Borobudur: Standar Teknik Nusantara yang Diakui Studi Global

Borobudur

GarudaGlobal.net — Penelitian Kemdikbud (2013) menempatkan Borobudur dalam jajaran struktur kuno yang disejajarkan dengan pusat-pusat peradaban dunia. Keputusan memahat bukit sebagai platform konstruksi menunjukkan pendekatan teknis yang setara dengan rekayasa geoteknik di Asia Selatan maupun Andes.

Dua juta balok andesit yang disusun dengan interlock alami menjadikan Borobudur salah satu contoh struktur tahan gempa paling awal. Komposisi 1.460 relief dan 504 arca dipahami peneliti internasional sebagai indikator kemahiran pahatan tingkat tinggi.

Sistem drainase internal Borobudur menunjukkan bahwa masyarakat Jawa kuno telah mampu merancang mekanisme pengendalian air sebanding dengan sistem kanal di Angkor maupun terracing Inca. Sungai Progo dan Elo memperkuat interpretasi bahwa bangunan ini didukung jaringan lingkungan terencana.

Borobudur berada dalam cekungan bejana alami,” kata Dwita Hadi Rahmi (UGM), sebuah gambaran yang relevan dengan konsep natural basin architecture dalam studi global.

Orientasi astronomi Merapi–Sumbing serta titik solstis memasukkan Borobudur ke dalam daftar situs observatorium kuno dunia, bersama Chichén Itzá dan Giza dalam konteks kajian arkeoastronomi.

Baca Juga :  Pangan Strategis Dunia, Uwi Terlupakan di Indonesia

Borobudur memperlihatkan kapasitas Nusantara berdiri sejajar dengan peradaban besar. (*)

By Ikhsan