27
Mar
garudaglobal.net — Pemerintah Indonesia merespons eskalasi militer di Timur Tengah dengan memastikan ketahanan stok bahan bakar minyak nasional tetap berada pada level aman selama 21 hari ke depan. Langkah ini diambil menyusul lonjakan harga minyak mentah global yang telah melampaui ambang batas USD 100 per barel akibat disrupsi logistik di Selat Hormuz. Jalur perdagangan strategis tersebut saat ini menjadi titik krusial yang mempengaruhi 20 persen suplai energi dunia. “Ketersediaan BBM dan elpiji masih aman hingga 21 hari ke depan,” tegas Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pada Maret 2026. Standar minimum nasional ini menjadi basis pertahanan fiskal pemerintah dalam menjaga stabilitas harga…
