20
Apr
garudaglobal.net — Indonesia bersiap melakukan disrupsi pada neraca perdagangan migas nasional dengan target penghentian total impor solar mulai 1 Juli 2026 guna memperkuat posisi devisa negara. Langkah strategis ini mengintegrasikan peningkatan kapasitas kilang domestik dengan program mandatori biodiesel B50 yang diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga USD 10,84 miliar per tahun. Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, memastikan jadwal krusial ini merupakan bagian dari peta jalan pemerintah dalam memitigasi risiko volatilitas harga energi global di masa depan. “Solar kita tidak impor lagi. Tahun 2026 pada 1 Juli kita stop, B50 masuk,” tegas Andi Amran Sulaiman saat memaparkan kebijakan energi berbasis komoditas…
