24
Apr
garudaglobal.net — Manuver Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang melempar wacana tarif Selat Malaka telah memicu alarm keras bagi pelaku bisnis logistik dan raksasa ekonomi Asia Timur. Dalam simposium PT SMI, Purbaya menegaskan Indonesia harus berhenti berpikir defensif dan mulai mengambil langkah ofensif untuk mengonversi posisi geografis menjadi keuntungan fiskal yang terukur. Namun, strategi ini berhadapan langsung dengan struktur perdagangan global di mana nilai komoditas sebesar USD 3,5 triliun melintasi selat ini setiap tahunnya tanpa hambatan biaya. Penerapan pungutan sepihak diprediksi akan memicu inflasi biaya logistik global dan memaksa perusahaan pelayaran internasional mencari rute alternatif yang lebih mahal atau melakukan…
