BGN

Audit Skala Besar MBG: BGN Putus Kontrak Mitra Pelanggar Standar Gizi

Audit Skala Besar MBG: BGN Putus Kontrak Mitra Pelanggar Standar Gizi

garudaglobal.net — Badan Gizi Nasional (BGN) mulai memperketat kendali operasional atas ekosistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menangguhkan lebih dari 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah audit masif ini berdampak langsung pada manajemen rantai pasok program yang memiliki nilai anggaran belanja resmi sebesar Rp268 triliun pada tahun 2026. Penangguhan ini dipicu oleh temuan ketidaksesuaian kontrak (contract non-compliance) yang dilakukan oleh sejumlah mitra pengadaan, termasuk manipulasi porsi dan markup harga bahan baku. Secara manajerial, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa alokasi Rp1 miliar per bulan per SPPG memberikan value for money yang optimal sesuai standar gizi nasional. Kepala Badan…
Read More
Efiensi Anggaran BGN Disorot: Risiko Fiskal Belanja Non-Pangan

Efiensi Anggaran BGN Disorot: Risiko Fiskal Belanja Non-Pangan

garudaglobal.net — Badan Gizi Nasional (BGN) memicu kekhawatiran pelaku pasar dan pengamat kebijakan publik setelah laporan belanja April 2026 menunjukkan pengadaan barang penunjang yang tidak kompetitif secara ekonomi. Sorotan utama tertuju pada pengadaan tablet Samsung Galaxy Tab Active 5 dengan pagu Rp17,9 juta per unit, yang menciptakan anomali harga hampir 100% dibandingkan harga pasar di level Rp8 jutaan. Total nilai kontrak sebesar Rp508,4 miliar ini dinilai menciptakan risiko inefisiensi fiskal di tengah mandat utama lembaga untuk mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang padat modal. "Tahun lalu sempat kami tolak untuk beli motor dan komputer karena fokus utama seharusnya ke…
Read More
Valuasi Pengadaan Emmo JVX GT: Efisiensi Anggaran dan Risiko Aset Idle

Valuasi Pengadaan Emmo JVX GT: Efisiensi Anggaran dan Risiko Aset Idle

garudaglobal.net — Badan Gizi Nasional (BGN) menghadapi sorotan tajam terkait efisiensi belanja modal setelah mengalokasikan anggaran mendekati Rp1 triliun untuk pengadaan 21.801 unit motor listrik Emmo JVX GT pada April 2026. Langkah korporasi publik ini memicu perdebatan mengenai kewajaran harga beli dan risiko depresiasi aset, mengingat puluhan ribu unit kendaraan tersebut saat ini masih berstatus sebagai aset mengendap (idle asset) di gudang administrasi. Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa harga satuan yang disepakati adalah Rp42.000.000, namun angka ini tetap menjadi anomali jika dibandingkan dengan valuasi platform serupa di pasar global yang jauh lebih rendah. Ketidakmampuan mendistribusikan aset secara cepat berpotensi…
Read More
Investasi Motor Listrik BGN Rp1,39 Triliun Picu Kritik Efisiensi Fiskal

Investasi Motor Listrik BGN Rp1,39 Triliun Picu Kritik Efisiensi Fiskal

garudaglobal.net — Sektor otomotif dan manajemen anggaran publik dikejutkan dengan realisasi pengadaan 21.801 unit motor listrik merek Emmo oleh Badan Gizi Nasional (BGN) yang menelan biaya hingga Rp1,39 triliun. Kritik profesional muncul dari parlemen terkait manajemen rantai pasok proyek ini, mengingat PT Yasa Artha Trimanunggal selaku distributor utama belum merampungkan pembangunan kantor pusatnya saat distribusi unit dimulai. Secara komersial, pemilihan merek Emmo dipertanyakan karena unit yang didistribusikan diduga merupakan produk pelabelan ulang (rebadge) dari manufaktur Tizhou Okla Automotive asal China dengan selisih harga mencapai belasan juta rupiah. Padahal, dalam skema pengadaan barang pemerintah, aspek rekam jejak penyedia dan kewajaran harga…
Read More
FGSNI Soroti Prioritas Pemerintah Buka 32.000 P3K BGN

FGSNI Soroti Prioritas Pemerintah Buka 32.000 P3K BGN

GarudaGlobal.net — Pemerintah menghadapi sorotan setelah membuka rekrutmen 32.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di Badan Gizi Nasional (BGN). Forum Guru Sertifikasi Nasional Indonesia (FGSNI) menilai keputusan itu tidak selaras dengan kebutuhan sektor pendidikan yang masih menunggu akses seleksi P3K. Ketua Umum DPP FGSNI, Agus Mukhtar, menilai langkah pemerintah tidak memenuhi standar urgensi kebijakan publik. “BGN baru berdiri, tetapi langsung mendapat fasilitas pengangkatan P3K. Apa urgensinya?” katanya kepada Samudrafakta, Selasa (9/12/2025). Inkoherensi Alasan Anggaran dan Prioritas Kebijakan Agus menyoroti inkonsistensi pemerintah. “Untuk guru swasta, jawabannya selalu anggaran terbatas. Tapi rekrutmen BGN langsung bergerak,” ujarnya. FGSNI menyebut akan mengoordinasikan organisasi…
Read More