17
Jan
garudaglobal.net - Temuan 26 kosmetik berbahaya sepanjang Oktober–Desember 2025 kembali menempatkan BPOM dalam sorotan. Bukan semata karena jumlah produknya, tetapi karena konteksnya: pengawasan dilakukan di tengah ekosistem digital yang bergerak cepat dan cair. Dalam isu bpom kosmetik, tantangan utama kini bukan hanya menemukan pelanggaran, melainkan mengejar kecepatan peredaran produk di ruang online. Singkatnya, pengawasan negara diuji oleh perubahan cara jual-beli kosmetik yang semakin digital dan terfragmentasi. Lonjakan Penjualan Digital dan Kompleksitas Pengawasan Mengacu pada situasi terkini, kosmetik tidak lagi bergantung pada jalur distribusi konvensional. Marketplace, media sosial, dan kanal penjualan berbasis komunitas membuat produk bisa berpindah tangan dalam hitungan jam.…
