CPO

Disrupsi Selat Hormuz: Biaya Logistik Melambung, Ekspor Sawit Indonesia Tertekan

Disrupsi Selat Hormuz: Biaya Logistik Melambung, Ekspor Sawit Indonesia Tertekan

garudaglobal.net — Ketegangan geopolitik pasca-penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada 28 Februari 2026 mulai memukul efisiensi perdagangan ekspor sawit Indonesia ke pasar internasional. Blokade jalur strategis ini telah menciptakan guncangan pada struktur biaya logistik dan mengancam posisi Indonesia dalam rantai pasok global ke kawasan Teluk yang bernilai miliaran dolar. Ketua DPW ALFI Lampung, Senoharto, mengungkapkan bahwa efek domino dari konflik ini telah menyebabkan pembatalan dan penangguhan kontrak pengiriman di berbagai daerah. “Banyak kontrak yang ditangguhkan. Kapal yang melewati perairan sekitar Iran enggan melakukannya,” ujar Senoharto dalam keterangannya kepada pers pada Selasa, 3 Maret 2026. Eskalasi Biaya dan Defisit Daya Saing…
Read More
Kementan dan Peluang Kelapa Sawit di Perdagangan Karbon Global

Kementan dan Peluang Kelapa Sawit di Perdagangan Karbon Global

garudaglobal.net - Kementan melihat peluang baru kelapa sawit Indonesia di perdagangan karbon global, seiring potensi 45,3 juta ton CO₂ per tahun dari skema carbon trading. Angka ini membuka dimensi ekonomi baru di luar ekspor konvensional minyak sawit. Direktur Eksekutif Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI), Sahat Sinaga, menyampaikan perhitungan tersebut dalam agenda media pada Maret 2026. Dengan asumsi harga karbon sekitar US$5 per ton, nilai ekonominya diperkirakan mencapai ratusan juta dolar per tahun. Pertanyaannya, bagaimana kelapa sawit dapat masuk sebagai instrumen perdagangan karbon yang kredibel di pasar global? Basis Produksi dan Skala Lahan Secara struktural, Indonesia memiliki sekitar 16,38 juta…
Read More