Perdagangan

Amerika Incar Surplus Dagang Indonesia Lewat Investigasi Section 301

Amerika Incar Surplus Dagang Indonesia Lewat Investigasi Section 301

GarudaGlobal.net — Kantor Perwakilan Perdagangan amerika Serikat (USTR) mengambil langkah agresif dengan meluncurkan investigasi Section 301 terhadap 16 ekonomi utama, termasuk Indonesia. Fokus penyelidikan ini tertuju pada kapasitas produksi berlebih (excess capacity) di sektor manufaktur yang dinilai mendistorsi pasar global. Pengumuman yang dirilis pada 12 Maret 2026 ini menyoroti surplus perdagangan Indonesia dengan AS yang melonjak drastis hingga menyentuh angka $56,15 miliar per November 2025. Sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, baja, dan otomotif kini berada dalam pengawasan ketat otoritas perdagangan Washington. Risiko Tarif Baru dan Tekanan Sektor Manufaktur Investigasi ini menggunakan Section 301 Trade Act of 1974 yang memberikan wewenang luas…
Read More
Disrupsi Selat Hormuz: Biaya Logistik Melambung, Ekspor Sawit Indonesia Tertekan

Disrupsi Selat Hormuz: Biaya Logistik Melambung, Ekspor Sawit Indonesia Tertekan

garudaglobal.net — Ketegangan geopolitik pasca-penutupan Selat Hormuz oleh Iran pada 28 Februari 2026 mulai memukul efisiensi perdagangan ekspor sawit Indonesia ke pasar internasional. Blokade jalur strategis ini telah menciptakan guncangan pada struktur biaya logistik dan mengancam posisi Indonesia dalam rantai pasok global ke kawasan Teluk yang bernilai miliaran dolar. Ketua DPW ALFI Lampung, Senoharto, mengungkapkan bahwa efek domino dari konflik ini telah menyebabkan pembatalan dan penangguhan kontrak pengiriman di berbagai daerah. “Banyak kontrak yang ditangguhkan. Kapal yang melewati perairan sekitar Iran enggan melakukannya,” ujar Senoharto dalam keterangannya kepada pers pada Selasa, 3 Maret 2026. Eskalasi Biaya dan Defisit Daya Saing…
Read More