Tarif Dagang

Amerika Incar Surplus Dagang Indonesia Lewat Investigasi Section 301

Amerika Incar Surplus Dagang Indonesia Lewat Investigasi Section 301

GarudaGlobal.net — Kantor Perwakilan Perdagangan amerika Serikat (USTR) mengambil langkah agresif dengan meluncurkan investigasi Section 301 terhadap 16 ekonomi utama, termasuk Indonesia. Fokus penyelidikan ini tertuju pada kapasitas produksi berlebih (excess capacity) di sektor manufaktur yang dinilai mendistorsi pasar global. Pengumuman yang dirilis pada 12 Maret 2026 ini menyoroti surplus perdagangan Indonesia dengan AS yang melonjak drastis hingga menyentuh angka $56,15 miliar per November 2025. Sektor-sektor strategis seperti semikonduktor, baja, dan otomotif kini berada dalam pengawasan ketat otoritas perdagangan Washington. Risiko Tarif Baru dan Tekanan Sektor Manufaktur Investigasi ini menggunakan Section 301 Trade Act of 1974 yang memberikan wewenang luas…
Read More
Strategi ART: Indonesia Amankan Market Share di Tengah Perang Dagang Trump

Strategi ART: Indonesia Amankan Market Share di Tengah Perang Dagang Trump

GarudaGlobal.net — Indonesia mengambil langkah ofensif untuk mengamankan kepentingan ekonomi nasional dengan menyepakati Agreement on Reciprocal Tariff (ART) bersama Amerika Serikat. Perjanjian strategis ini dijadwalkan akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump di Washington DC pada 19 Februari 2026. Langkah ini dipandang sebagai solusi preventif terhadap kebijakan tarif global AS yang mengancam produk manufaktur dengan pajak masuk sebesar 32 persen. Berdasarkan draf final yang dilaporkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada 11 Februari 2026, Indonesia mendapatkan tarif preferensial flat sebesar 19 persen. Bahkan, komoditas kunci seperti minyak sawit, kopi, dan kakao mendapatkan fasilitas bebas tarif (nol persen). Sebagai…
Read More