04
Apr
garudaglobal.net — Sektor agribisnis Indonesia menghadapi ancaman risiko sistemik menyusul peringatan dini fenomena El Niño "Godzilla" yang diprediksi melanda pada April hingga Oktober 2026. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi anomali suhu di Samudra Pasifik ekuator yang berpotensi memicu kekeringan ekstrem di sentra produksi pangan utama, khususnya Pantura Jawa dan Bali. Dampak ekonomi dari anomali iklim ini diprediksi sangat masif, mengingat data historis menunjukkan kerugian pertanian global mencapai USD 87 miliar per tahun akibat bencana iklim. Penurunan curah hujan hingga 90 persen di wilayah selatan Indonesia berisiko mengganggu siklus tanam dan memicu volatilitas harga pangan di tingkat domestik maupun…
