19
Apr
garudaglobal.net — Kematian Sersan Mayor Florian Montorio dari pasukan UNIFIL Prancis akibat tembakan senjata ringan di Ghandouriyeh, Lebanon Selatan pada Sabtu (18/04/2026), memicu risiko geopolitik baru di tengah rapuhnya implementasi gencatan senjata. Insiden ini terjadi saat patroli Resimen Insinyur Parasut ke-17 melakukan pembukaan jalur logistik di Distrik Bint Jbeil. Serangan dari jarak dekat ini merusak momentum stabilitas regional yang baru saja dimulai melalui kesepakatan gencatan senjata sepuluh hari yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Pemerintah Prancis secara resmi menunjuk Hizbullah sebagai aktor di balik serangan tersebut, sebuah langkah yang diperkirakan akan mengubah arah diplomasi Paris di Mediterania Timur. Presiden Emmanuel Macron…
