22
Apr
garudaglobal.net — Ketegangan militer yang meletus antara Amerika Serikat dan Iran sejak 28 Februari 2026 telah menciptakan guncangan masif pada rantai pasok energi global dan stabilitas pasar keuangan dunia. Data pasar menunjukkan lonjakan harga minyak Brent dari kisaran 70 dolar menjadi 105,32 dolar per barel setelah Iran menutup akses Selat Hormuz, jalur transit strategis bagi 20 persen suplai minyak dunia. Badan Energi Internasional (IEA) mengategorikan peristiwa ini sebagai gangguan pasokan energi terbesar dalam sejarah pasar minyak global, yang memaksa lebih dari 50 ekonomi dunia melakukan manajemen darurat. Risiko stagflasi kini membayangi proyeksi pertumbuhan ekonomi global, dengan OECD memperkirakan pertumbuhan dunia…
