garudaglobal.net — Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil mengidentifikasi 15 entitas penjamin atau sponsor yang memfasilitasi masuknya 321 WNA sindikat judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta.
Langkah ini menandai pergeseran fokus investigasi ke arah hulu guna membedah struktur pendukung finansial dan logistik yang memungkinkan jaringan kejahatan lintas negara ini beroperasi secara profesional.
Penyidik kini tengah menelisik keterlibatan para sponsor dalam memberikan jaminan palsu terkait aktivitas ekonomi para WNA yang mayoritas berasal dari Vietnam dan China.
Berdasarkan regulasi keimigrasian, sponsor tidak hanya bertanggung jawab atas keberadaan fisik warga asing, tetapi juga terancam pidana jika terbukti memfasilitasi pelanggaran izin tinggal.
“Penyidik kami (PPNS) juga memiliki wewenang untuk memproses hukum dugaan tindak pidana keimigrasian yang dilakukan baik oleh orang asing ataupun sponsornya,” tegas Dirjen Imigrasi, Hendarsam Marantoko, Rabu (13/5/2026).
Penegakan hukum ini menjadi sinyal keras bagi para pelaku usaha agar tidak menyalahgunakan prosedur keimigrasian demi keuntungan dari sektor ekonomi gelap.
Sindikat ini mengadopsi estetika korporasi modern dengan tata ruang co-working space untuk menyamarkan operasional 75 domain situs judi yang menyasar pasar global.
Penggunaan slogan motivasi di dinding kantor menunjukkan tingkat manajemen yang sistematis, menyerupai startup teknologi legal guna meminimalisir kecurigaan otoritas setempat.
Ketua DPR RI, Puan Maharani, menekankan pentingnya langkah antisipasi kolektif agar Indonesia tidak menjadi pusat baru bagi hub kejahatan siber di Asia Tenggara.
“Jangan sampai ada pihak-pihak yang berkeinginan menjadikan Indonesia sebagai tempat persinggahan atau sebagai tempat utama judi online,” ujar Puan Maharani, Selasa (12/5/2026).
Kolaborasi dengan PPATK diharapkan mampu menguak identitas pemodal di balik 15 sponsor tersebut, mengingat besarnya dana operasional untuk menggaji ratusan tenaga kerja asing.
Bareskrim Polri terus mematangkan bukti digital dari puluhan komputer yang disita guna melacak rantai komando tertinggi dari sindikat yang baru beroperasi dua bulan ini. ***
