Risiko Fiskal Megaproyek MBG: Kejagung Bidik Vendor Afiliasi Petinggi BGN

Sony Sanjaya Eks Waka BGN

garudaglobal.net — Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa dokumen arus kas dari enam lokasi strategis di Jakarta pada Rabu (3/6/2026) guna mengusut dugaan distorsi pasar pada tata kelola program MBG. Penyelidikan difokuskan pada benturan kepentingan penunjukan vendor logistik.

Distorsi tata kelola ini mengancam efisiensi fiskal negara di tengah lonjakan anggaran program pemenuhan gizi yang menembus angka Rp268 triliun. Intervensi sepihak terhadap sistem verifikasi mitra berisiko menurunkan kredibilitas investasi publik.

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung Syarief Sulaeman Nahdi mengonfirmasi adanya aliran insentif harian bernilai miliaran rupiah yang mengalir ke entitas non-kualifid. “Yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari dan terafiliasi di antaranya dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP,” paparnya, Rabu (3/6/2026).

Pemberian insentif eksklusif tanpa uji kelayakan memicu inefisiensi operasional yang masif pada rantai pasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Evaluasi kelayakan keuangan para mitra kini menjadi prioritas utama tim auditor kejaksaan untuk mencegah kebocoran lebih lanjut.

Selain manipulasi kemitraan, penyidik juga mendalami potensi cost overrun pada belanja modal pengadaan barang yang terdistribusi ke berbagai wilayah operasional. Salah satu pos krusial yang diawasi adalah pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai Rp1 triliun.

Baca Juga :  Anggaran MBG Rp335 Triliun Aman, Pemerintah Fokus Efisiensi Belanja K/L

Pemberian kontrak tanpa tender terbuka ini memicu penyimpangan spesifikasi teknis komoditas pendukung mulai dari perangkat teknologi hingga logistik dasar. Kegagalan kontrol kualitas ini membebani neraca keuangan program secara sistematis.

Syarief Sulaeman Nahdi menambahkan bahwa aset yang terlanjur dikirim ke daerah menyulitkan proses penyitaan fisik secara cepat oleh penyidik. “Enggak (disita), kalau barangnya kan sudah distribusi di daerah,” jelasnya saat memberikan keterangan kepada wartawan keuangan di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Skala ekonomi dari proyek strategis ini membutuhkan manajemen risiko yang ketat serta bebas dari intervensi struktural pejabat internal. Kejaksaan mengoptimalkan pelacakan transaksi elektronik guna menghitung total kerugian keuangan negara.

Upaya Sony Sonjaya mengajukan dokumen sebagai justice collaborator diproyeksikan akan membuka peta risiko sistemik operasional lembaga kepada publik. Langkah hukum ini sangat krusial guna mengembalikan kepastian iklim usaha di sektor logistik pangan nasional.

Pembersihan jajaran direksi oleh pemegang otoritas eksekutif menjadi sentimen penting bagi stabilisasi program jangka panjang. Akuntabilitas mutlak diperlukan untuk menjaga kepercayaan lembaga donor dan penjamin anggaran eksternal. ***

Baca Juga :  Analisis Fiskal Ekspansi Program Makan Bergizi Gratis di Arab Saudi
By Hari