GarudaGlobal.net — Beras analog berbahan uwi menunjukkan kesiapan teknologi untuk dikembangkan pada skala lebih luas, seiring meningkatnya kebutuhan akan pangan non-padi yang sehat dan berkelanjutan.
Beras analog merupakan produk pangan tiruan non-padi yang dibuat menyerupai beras konvensional. Uwi menjadi bahan baku utama karena kandungan patinya memungkinkan proses ekstrusi menghasilkan tekstur nasi yang stabil.
Produk ini menawarkan kandungan serat pangan tinggi dan indeks glikemik rendah, menjadikannya relevan bagi segmen konsumen yang memperhatikan kesehatan dan pengelolaan asupan karbohidrat.
Kapasitas Teknologi
Teknologi ekstrusi digunakan sebagai metode produksi utama. Sistem ekstrusi percontohan yang dikembangkan dalam riset telah mencapai kapasitas hingga 250 kilogram per jam, membuka peluang produksi massal melalui kolaborasi publik dan swasta.
Penelitian Fadhyl Muhammad Irhab Ra’uf dari IPB University pada 2025 menunjukkan bahwa kadar air rendah pada beras analog uwi meningkatkan umur simpan dan efisiensi distribusi.
Nilai Tambah Produk
Fortifikasi dengan tepung kacang-kacangan meningkatkan kandungan protein, sementara keseimbangan amilosa dan amilopektin menjaga tekstur pulen setelah dimasak.
Dengan basis riset yang kuat, beras analog uwi berpotensi menjadi bagian dari portofolio pangan strategis Indonesia di pasar domestik maupun regional. (*)
