Model Ketahanan Pangan Gelar Alam Tunjukkan Efektivitas Sistem Komunitas

Kasepuhan Ciptagelar

GarudaGlobal.net — Sistem pertanian adat di Kasepuhan Gelar Alam memberikan contoh konkret tentang bagaimana sebuah komunitas mampu menjaga ketahanan pangan dalam jangka panjang. Mereka menanam padi sekali setahun, mengikuti pola rotasi yang menjaga kesuburan tanah.

Selama tanah pulih, palawija ditanam. Pola ini memperkuat stabilitas produksi tanpa penggunaan pupuk atau traktor.

Regulasi Adat dan Efisiensi Pengelolaan

Komunitas tidak memperdagangkan hasil panen. Pembatasan ini menciptakan stabilitas suplai dan mengurangi ketergantungan pada pasar. “Padi bagi kami bukan hanya makanan, tapi nyawa,” ujar Dalang Dede, Jumat (5/12/2025).

Ritual ngaseuk hingga serentaun memastikan setiap fase produksi berjalan tertib. Leuit menjadi pusat penyimpanan yang dibangun melalui tenaga ahli adat.

Pada 2017, Abah Ugi menyampaikan cadangan padi cukup untuk 75 tahun kebutuhan.

Kemandirian Pangan Tanpa Perlu Ekspansi Lahan

Warga menjaga lebih dari 300 varietas padi lokal dan mempertahankan hutan sebagai penopang air. Sistem pangan komunitas ini menegaskan bahwa swasembada tidak memerlukan ekspansi lahan besar.

Dengan cadangan kuat dan pengelolaan berbasis adat, Gelar Alam menunjukkan bagaimana komunitas mampu membangun resiliensi pangan yang efektif.***

Baca Juga :  Efisiensi Anggaran Kaltim Disorot Tajam Rudy Mas’ud Respons Kritik via Sosmed
By Maulana Ishaq