Radikalisme

Ideologi Global dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

Ideologi Global dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

GarudaGlobal.net — Ideologi asing dalam pendidikan modern tidak bekerja melalui paksaan langsung. Ia beroperasi lewat standar pengetahuan, kurikulum, dan definisi tentang rasionalitas yang diterima sebagai norma universal. Kajian pendidikan kritis menempatkan sekolah sebagai instrumen strategis pembentukan kesadaran. Proses ini berlangsung sistematis, berulang, dan diterima sebagai rutinitas sejak usia dini. Dalam kerangka teori hegemoni, Antonio Gramsci menekankan bahwa dominasi paling stabil tercapai ketika nilai tertentu diterima secara sukarela. Ideologi menjadi bagian dari akal sehat publik. Pendekatan ini sejalan dengan analisis Louis Althusser, yang menyebut sekolah sebagai aparatus ideologis negara. Pendidikan membentuk kesadaran warga sebelum mereka terlibat dalam ruang politik dan ekonomi.…
Read More
Sekolah Indonesia dalam Arus Ideologi Global

Sekolah Indonesia dalam Arus Ideologi Global

GarudaGlobal.net - Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan sekolah berperan sebagai kanal strategis masuknya ideologi asing, seiring perubahan kebijakan dan dinamika global yang memengaruhi kurikulum nasional. Sekolah kerap dianggap ruang netral. Namun kajian pendidikan kritis menempatkan pendidikan sebagai instrumen pembentukan nilai. Henry A. Giroux menegaskan pendidikan selalu berada dalam relasi kekuasaan, sebagaimana tertuang dalam Theory and Resistance in Education (2001). Fondasi Historis Pada masa penjajahan Belanda, sistem pendidikan dirancang untuk melayani kepentingan kolonial. Kurikulum berorientasi Eropa membentuk cara pandang yang memosisikan Barat sebagai standar kemajuan. Sejarawan UGM Prof. Dr. Agus Suwignyo menyebut pendidikan penjajahan berfungsi sebagai alat kontrol sosial. Pendidikan melahirkan kelompok…
Read More
Riset Ungkap Risiko Ideologis di Ruang Pendidikan

Riset Ungkap Risiko Ideologis di Ruang Pendidikan

GarudaGlobal.net — Sejumlah riset akademik mengindikasikan bahwa ruang pendidikan di Indonesia masih menghadapi risiko paparan ideologi non-Pancasila, menempatkan penguatan pendidikan karakter sebagai agenda strategis negara. Penelitian yang dipublikasikan dalam QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies pada April 2024 melibatkan 1.167 siswa Madrasah Aliyah di Jawa Timur. Hasilnya menunjukkan 87,5 persen responden menyatakan mendukung Pancasila. Namun, 12,5 persen siswa terindikasi memiliki kecenderungan pada ideologi berbasis agama di luar Pancasila. Selain itu, 21 persen responden menunjukkan sikap intoleran terhadap kelompok berbeda. Temuan Berbasis Data Nasional Riset kolaboratif Badan Intelijen Negara dan Maarif Institute yang dipublikasikan BRIN pada November 2023 memperkuat gambaran…
Read More