Terorisme

Kurikulum sebagai Instrumen Kekuasaan di Indonesia

Kurikulum sebagai Instrumen Kekuasaan di Indonesia

GarudaGlobal.net—Kurikulum pendidikan di Indonesia sejak lama berfungsi sebagai instrumen strategis pembentuk sumber daya manusia. Sejarah menunjukkan, kurikulum tidak pernah disusun dalam ruang hampa, melainkan selalu berada dalam konteks kekuasaan dan kepentingan dominan. Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan administratif kolonial. Sekolah seperti HIS, MULO, dan AMS membatasi akses dan isi pembelajaran. H.A.R. Tilaar dalam Kekuasaan dan Pendidikan (2009) mencatat sistem ini menjaga hierarki sosial demi stabilitas pemerintahan kolonial. Dokumen Kemendikbud RI tahun 2017 menyebut pendidikan kolonial bersifat instrumental dan tidak berorientasi pada pembangunan bangsa terjajah. Pendudukan Jepang menggeser orientasi kurikulum ke arah mobilisasi perang. Kajian Gudang Jurnal…
Read More
Ideologi Global dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

Ideologi Global dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

GarudaGlobal.net — Ideologi asing dalam pendidikan modern tidak bekerja melalui paksaan langsung. Ia beroperasi lewat standar pengetahuan, kurikulum, dan definisi tentang rasionalitas yang diterima sebagai norma universal. Kajian pendidikan kritis menempatkan sekolah sebagai instrumen strategis pembentukan kesadaran. Proses ini berlangsung sistematis, berulang, dan diterima sebagai rutinitas sejak usia dini. Dalam kerangka teori hegemoni, Antonio Gramsci menekankan bahwa dominasi paling stabil tercapai ketika nilai tertentu diterima secara sukarela. Ideologi menjadi bagian dari akal sehat publik. Pendekatan ini sejalan dengan analisis Louis Althusser, yang menyebut sekolah sebagai aparatus ideologis negara. Pendidikan membentuk kesadaran warga sebelum mereka terlibat dalam ruang politik dan ekonomi.…
Read More
Sekolah Indonesia dalam Arus Ideologi Global

Sekolah Indonesia dalam Arus Ideologi Global

GarudaGlobal.net - Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan sekolah berperan sebagai kanal strategis masuknya ideologi asing, seiring perubahan kebijakan dan dinamika global yang memengaruhi kurikulum nasional. Sekolah kerap dianggap ruang netral. Namun kajian pendidikan kritis menempatkan pendidikan sebagai instrumen pembentukan nilai. Henry A. Giroux menegaskan pendidikan selalu berada dalam relasi kekuasaan, sebagaimana tertuang dalam Theory and Resistance in Education (2001). Fondasi Historis Pada masa penjajahan Belanda, sistem pendidikan dirancang untuk melayani kepentingan kolonial. Kurikulum berorientasi Eropa membentuk cara pandang yang memosisikan Barat sebagai standar kemajuan. Sejarawan UGM Prof. Dr. Agus Suwignyo menyebut pendidikan penjajahan berfungsi sebagai alat kontrol sosial. Pendidikan melahirkan kelompok…
Read More
Riset Ungkap Risiko Ideologis di Ruang Pendidikan

Riset Ungkap Risiko Ideologis di Ruang Pendidikan

GarudaGlobal.net — Sejumlah riset akademik mengindikasikan bahwa ruang pendidikan di Indonesia masih menghadapi risiko paparan ideologi non-Pancasila, menempatkan penguatan pendidikan karakter sebagai agenda strategis negara. Penelitian yang dipublikasikan dalam QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies pada April 2024 melibatkan 1.167 siswa Madrasah Aliyah di Jawa Timur. Hasilnya menunjukkan 87,5 persen responden menyatakan mendukung Pancasila. Namun, 12,5 persen siswa terindikasi memiliki kecenderungan pada ideologi berbasis agama di luar Pancasila. Selain itu, 21 persen responden menunjukkan sikap intoleran terhadap kelompok berbeda. Temuan Berbasis Data Nasional Riset kolaboratif Badan Intelijen Negara dan Maarif Institute yang dipublikasikan BRIN pada November 2023 memperkuat gambaran…
Read More
Paparan True Crime Digital Seret 70 Anak di Indonesia

Paparan True Crime Digital Seret 70 Anak di Indonesia

GarudaGlobal.net - Indonesia menghadapi tantangan baru di ruang digital setelah Densus 88 Antiteror Polri mengungkap keterlibatan 70 anak dari 19 provinsi dalam komunitas kekerasan bertema true crime di media sosial. Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka menyatakan kelompok-kelompok tersebut tidak terafiliasi dengan organisasi teror atau ideologi mapan. Komunitas tumbuh sporadis, mengikuti logika platform digital yang mempertemukan minat kekerasan dan sensasi. “Ini bukan jaringan terstruktur,” ujar Mayndra di Jakarta, Rabu (7/1/2026). Beberapa grup yang terdeteksi meliputi FTCI Film True Crime Indonesia, TCC Reborn, dan Anarko Libertarian. Data Densus 88 menunjukkan konsentrasi tertinggi di DKI Jakarta, disusul Jawa Barat, Jawa…
Read More