27
Jan
GarudaGlobal.net—Kurikulum pendidikan di Indonesia sejak lama berfungsi sebagai instrumen strategis pembentuk sumber daya manusia. Sejarah menunjukkan, kurikulum tidak pernah disusun dalam ruang hampa, melainkan selalu berada dalam konteks kekuasaan dan kepentingan dominan. Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan administratif kolonial. Sekolah seperti HIS, MULO, dan AMS membatasi akses dan isi pembelajaran. H.A.R. Tilaar dalam Kekuasaan dan Pendidikan (2009) mencatat sistem ini menjaga hierarki sosial demi stabilitas pemerintahan kolonial. Dokumen Kemendikbud RI tahun 2017 menyebut pendidikan kolonial bersifat instrumental dan tidak berorientasi pada pembangunan bangsa terjajah. Pendudukan Jepang menggeser orientasi kurikulum ke arah mobilisasi perang. Kajian Gudang Jurnal…
