Sekolah

Krisis Keamanan Turki: Risiko Sistemik di Balik Penembakan Sekolah Kahramanmaraş

Krisis Keamanan Turki: Risiko Sistemik di Balik Penembakan Sekolah Kahramanmaraş

garudaglobal.net — Tragedi penembakan massal di Sekolah Menengah Ayser Çalık, Kahramanmaraş, pada 15 April 2026, telah mengekspos risiko sistemik dalam pengelolaan keamanan domestik dan pengawasan senjata api di Turki. Insiden yang merenggut sembilan nyawa ini merupakan penembakan sekolah paling mematikan dalam sejarah negara tersebut, yang terjadi hanya 28 jam setelah serangan serupa di Siverek. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar bagi para pengambil kebijakan terkait efektivitas regulasi kepemilikan senjata. Meskipun Turki memiliki undang-undang senjata api yang sangat ketat, fakta bahwa pelaku berusia 14 tahun mampu mengakses lima pucuk senjata api milik ayahnya menunjukkan adanya celah dalam kepatuhan penyimpanan senjata di sektor…
Read More
Strategi Kompetitif THGB Shiddiqiyyah: Dominasi Digital dan Seni Regional

Strategi Kompetitif THGB Shiddiqiyyah: Dominasi Digital dan Seni Regional

garudaglobal.net — Lembaga pendidikan Tarbiyyah Hifdhul Ghulam Wal Banat (THGB) Shiddiqiyyah menunjukkan performa kompetitif yang impresif dengan mengamankan sembilan penghargaan tingkat provinsi dalam rentang waktu kurang dari 14 hari. Capaian strategis ini mengukuhkan posisi THGB sebagai institusi yang memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantage) di sektor nonakademik, khususnya teknologi dan seni. Pada 31 Januari 2026, THGB berhasil mengungguli kompetitor dalam ajang Information Technology Olympiad (ITO) 2026 di Jombang. Melalui proyek video kreatif berjudul “Satu Klik, Yang Berdampak”, tim THGB resmi menyabet predikat Juara 1 dalam kategori video kreatif tingkat Jawa Timur. Optimasi Bakat dan Penguasaan Teknologi Digital Efisiensi tim dalam menerjemahkan…
Read More
Krisis Jaringan Pengamanan Sosial: Tragedi Mahasiswa di NTT Memicu Peninjauan Kebijakan

Krisis Jaringan Pengamanan Sosial: Tragedi Mahasiswa di NTT Memicu Peninjauan Kebijakan

GarudaGlobal.net — Kasus tragis siswa sekolah dasar berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang mengakhiri hidupnya akibat kegagalan akses terhadap perlengkapan sekolah pada Rabu (4/2/2026), memicu urgensi evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas belanja sosial pemerintah. Insiden ini menyoroti diskoneksi antara kebijakan anggaran triliunan rupiah dengan realitas pemenuhan kebutuhan dasar di wilayah tertinggal. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mendesak seluruh jajaran birokrasi dari pusat hingga daerah untuk lebih responsif terhadap dinamika di akar rumput. Ia menekankan bahwa sumbatan aspirasi ekonomi masyarakat miskin tidak boleh dibiarkan, mengingat pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan bantuan pendidikan tersalurkan secara cepat dan tepat sasaran.…
Read More

Disparitas Guru Madrasah Jadi Sorotan Parlemen

GarudaGlobal.net — Forum Sertifikasi Guru Nasional Indonesia (Forum Sertifikasi Guru Nasional Indonesia/FGSNI) menempatkan isu ketimpangan guru madrasah sebagai persoalan kebijakan publik yang berdampak sistemik. Guru madrasah di bawah Kementerian Agama dinilai tertinggal dibanding guru sekolah umum yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Ketua Umum DPP FGSNI Agus Mukhtar menyatakan disparitas tersebut terlihat jelas dalam alokasi program nasional. Bantuan sarana pembelajaran strategis belum mencerminkan pendekatan inklusif lintas kementerian. “Program pembagian TV dan laptop hanya menyasar sekolah di bawah Kemendikdasmen. Madrasah di bawah Kemenag tidak mendapatkannya,” kata Agus, Jumat (26/12/2025). Dari perspektif tata kelola, FGSNI menilai fragmentasi kewenangan pendidikan…
Read More
Kemendikdasmen Validkan Ijazah Korban Banjir, Proses Dipercepat

Kemendikdasmen Validkan Ijazah Korban Banjir, Proses Dipercepat

GarudaGlobal.net — Kemendikdasmen memastikan administrasi pendidikan bagi murid korban banjir bandang akhir November 2025 di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tetap berjalan, termasuk penerbitan ulang ijazah dan transkrip nilai yang hilang. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menyatakan kehilangan dokumen tidak boleh mengganggu akses pendidikan maupun kebutuhan administratif lain. “Kemendikdasmen memastikan bahwa seluruh proses penerbitan ulang, penggantian, dan pengesahan dokumen akan dilakukan secara mudah, cepat, dan tetap sesuai regulasi,” ujar Suharti dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa, 9 Desember 2025. Bencana banjir bandang tersebut memicu kerusakan fisik dan hilangnya berkas penting. Pemerintah mengarahkan dinas pendidikan membuka layanan khusus, mempercepat verifikasi, dan…
Read More
Kemendikdasmen Salurkan Rp21,1 Miliar untuk Stabilkan Layanan Pendidikan

Kemendikdasmen Salurkan Rp21,1 Miliar untuk Stabilkan Layanan Pendidikan

GarudaGlobal.net — Kemendikdasmen menggelontorkan Rp21,1 miliar sebagai dana tanggap darurat untuk memulihkan sektor pendidikan yang terpukul banjir dan longsor sejak 25 November. Dalam Raker Komisi X DPR RI, Senin (8/12/2025), Menteri Abdul Mu’ti memaparkan bahwa 2.798 satuan pendidikan mengalami kerusakan, berdampak pada 208 ribu siswa dan 19 ribu guru. “Kami bergerak sejak hari pertama,” tegas Mu’ti, menyebut tiga prioritas pemulihan: ruang kelas darurat, perlengkapan belajar, dan dukungan psikososial. Alokasi Anggaran dan Arah Kebijakan Sumbar menerima Rp5,7 miliar plus Rp293 juta santunan. Aceh memperoleh Rp560 juta, Sumut mendapatkan Rp220 juta. Pengiriman tenda kelas dan logistik dasar diperbanyak untuk memastikan layanan pendidikan…
Read More