25
Mei
garudaglobal.net — Kebijakan sentralisasi perdagangan melalui penunjukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai BUMN eksportir tunggal memicu guncangan pasar logistik global dan menekan harga minyak sawit mentah (CPO) di bursa berjangka nasional sejak Rabu, 20 Mei 2026. Langkah proteksionisme ini langsung direspons dengan aksi korporasi defensif dari para pembeli internasional. Reputasi kepastian pengiriman yang dibangun sektor swasta kini menghadapi ketidakpastian. Eksosistem ekspor yang rigid tanpa mitigasi manajemen risiko yang matang berpotensi merusak hubungan dagang jangka panjang. Buyer global mulai mengalihkan kontrak pembelian ke komoditas substitusi. Buyer internasional membeli bukan hanya karena barang tersedia, tetapi karena adanya kepastian pengiriman, kualitas, pembiayaan, manajemen…
